728 x 90

DARI LAUT KE PANGGUNG NASIONAL: CFI INDONESIA PROMOSIKAN PRODUK UNGGULAN PEREMPUAN NELAYAN DI HUT DWP KE-26

Jakarta – cfi-indonesia.id. Peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26 tahun 2025 menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa. Mengusung tema “Peran Strategis DWP dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”, perayaan ini menempatkan isu pendidikan karakter, ketahanan keluarga, dan pemberdayaan perempuan sebagai fondasi menuju masa depan Indonesia. Dalam rangkaian peringatan tersebut, DWP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar acara pada 16 Desember 2025 di Ballroom GMB 3, Jakarta.

Menariknya, perayaan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang nyata untuk menampilkan hasil kerja dan kreativitas perempuan, termasuk perempuan nelayan. GEF 6 Coastal Fisheries Initiative (CFI) Indonesia turut ambil bagian dengan membuka booth pameran yang menampilkan berbagai produk unggulan kelompok binaan serta hasil praktik pengelolaan pengetahuan (knowledge management). Partisipasi ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan nelayan bukan sekadar wacana, melainkan telah menghasilkan karya yang bernilai ekonomi dan berdaya saing.

Booth GEF 6 CFI Indonesia pada kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) KKP ke-26 tahun 2025, di Ballroom GMB 3, Jakarta (16/12/2025).

Dalam booth CFI Indonesia, para champion perempuan nelayan dari Maluku Tenggara dan Kota Ambon memamerkan beragam produk kreatif berbasis sumber daya lokal. Produk yang ditampilkan didominasi oleh kerajinan batik ecoprint—sebuah teknik ramah lingkungan yang memanfaatkan daun dan bunga alami sebagai motif. Beragam produk seperti kain batik ecoprint, tote bag, tas, bucket hat reversible, syal, selimut pantai, hingga outer seperti vest dan rompi berhasil menarik perhatian para pengunjung.

Booth CFI Indonesia juga mendapat kunjungan sejumlah tokoh perempuan DWP KKP, di antaranya Ibu Ernawati Trenggono (Istri Menteri Kelautan dan Perikanan), Ibu Wida Didit Herdiawan (Istri Wakil Menteri KP), Ibu Wie Rudy Heriyanto (Istri Sekjen KKP), Ibu Banat Mustika Pung Nugroho (Istri Dirjen PSDKP), Ibu Henny TB Haeru Rahayu (Dirjen Perikanan Budidaya), Ibu Eviyanti Lotharia Latief (Istri Dirjen Perikanan Tangkap), serta Ibu Poppy Syahril Abd Raup (Direktur PSDI). Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat dukungan moral sekaligus membuka peluang jejaring bagi perempuan nelayan.

Turut mendampingi CFI Indonesia dalam kegiatan tersebut, Wiwik Wulandari, Gender Champion KKP, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif champion perempuan nelayan. Ia menilai kehadiran bazaar GEF-6 dalam peringatan HUT DWP memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
“Acara berlangsung meriah dengan kehadiran bazaar GEF-6 yang memberikan manfaat langsung bagi ibu-ibu nelayan dan masyarakat perikanan, khususnya di Papua dan Maluku. Melalui pelatihan ecoprint dari proses pembuatan hingga menjahit, perempuan nelayan mampu menghasilkan berbagai produk seperti kain, tas, dan topi sebagai alternatif mata pencaharian berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” ungkap Wiwik.

Tim GEF 6 CFI Indonesia  bersama Champion Perempuan Nelayannya ikut berpartispasi kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) KKP ke-26 tahun 2025, di Ballroom GMB 3, Jakarta (16/12/2025).

Project Manager GEF 6 CFI Indonesia, Dr. Adipati Rahmat, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan perempuan nelayan dalam acara berskala nasional merupakan bagian penting dari upaya pengarusutamaan gender di sektor kelautan dan perikanan. “Proyek GEF 6 CFI Indonesia senantiasa memberi ruang dan waktu bagi perempuan nelayan untuk hadir dan berpartisipasi, serta menunjukkan hasil kerja keras mereka dalam berbagai agenda, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.

Adipati juga menegaskan bahwa kehadiran champion perempuan nelayan dalam peringatan HUT DWP ke-26 tidak hanya bertujuan memperkenalkan produk unggulan, tetapi juga membangun komunikasi dan memperluas jejaring pasar. Hal ini sejalan dengan komitmen KKP melalui Program GEF 6 CFI Indonesia yang terus mendorong pemasaran produk olahan perikanan UMKM, baik pangan maupun nonpangan, agar aliran bisnis berjalan berkelanjutan dan manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir.

Senada dengan hal tersebut, Safeguard and Gender Specialist GEF 6 CFI Indonesia, Faridatun Amalia, menegaskan bahwa keterlibatan aktif perempuan nelayan merupakan langkah strategis untuk memperluas ruang partisipasi dan pengakuan terhadap peran perempuan. “Ketika perempuan diberi ruang yang aman dan setara untuk terlibat dan menampilkan karyanya, mereka mampu membangun kepercayaan diri, kemandirian ekonomi, serta membawa dampak positif bagi keluarga dan komunitasnya,” jelas Amalia.

Saat ini, berbagai produk binaan CFI Indonesia telah berhasil dipasarkan di sejumlah retail modern di Kota Ambon, Langgur (Maluku Tenggara), hingga Bula (Seram Bagian Timur). Pencapaian ini menunjukkan bahwa perempuan nelayan mampu menjadi penggerak ekonomi rumah tangga sekaligus agen perubahan di komunitasnya.

Partisipasi GEF 6 CFI Indonesia dalam HUT DWP ke-26 menjadi simbol harapan baru: bahwa perempuan nelayan tidak lagi berada di balik layar, melainkan tampil di panggung nasional, membawa cerita tentang ketekunan, inovasi, dan kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.

 

0 COMMENTS

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

0 Comments