728 x 90

DUKUNGAN GEF-6 CFI INDONESIA TERHADAP PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG)

“Memperkuat Pangan Biru untuk Ketahanan Gizi Nasional”

Pada tahun 2025, GEF-6 Coastal Fisheries Initiative (CFI) Indonesia memperkuat kontribusinya terhadap Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui serangkaian intervensi di tiga wilayah strategis: Maluku Tenggara, Kota Ambon, dan Raja Ampat. Inisiatif ini dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan perempuan, peningkatan kapasitas UMKM pesisir, serta penguatan nelayan dan unit pengolahan ikan agar mampu memenuhi standar gizi, mutu, dan keamanan pangan MBG. Ketiga kegiatan ini menunjukkan konsistensi pendekatan CFI Indonesia dalam memadukan agenda ekonomi biru dan ketahanan pangan untuk masa depan generasi muda Indonesia.

Tawa riang mengisi ruangan saat para siswa menerima makanan MBG mereka, senyum cerah mereka mencerminkan kebahagiaan sederhana dalam menikmati makanan bergizi yang dibuat dengan penuh perhatian. Pada saat itu, inisiatif MBG tidak hanya menjadi program—tetapi menjadi janji akan masa depan yang lebih sehat, di mana setiap anak mendapatkan gizi yang mereka butuhkan untuk tumbuh, belajar, dan berkembang.

Sinergi Tiga Wilayah: Satu Tujuan untuk Ketahanan Gizi

Di Kabupaten Maluku Tenggara, 40 perempuan dari delapan kelompok usaha mengikuti Bimbingan Teknis Kesiapan Kelompok Perempuan Pengolah Produk Perikanan untuk Standar MBG. Pelatihan ini fokus pada legalitas usaha, sertifikasi keamanan pangan, serta peningkatan kapasitas operasional.

Di Kota Ambon, melalui Training of Trainers (ToT), CFI Indonesia memberi keterampilan pengolahan ikan kepada kelompok Mahina Ecoprint sebagai strategi diversifikasi usaha sekaligus menyiapkan champion perempuan untuk mendukung penyediaan pangan MBG.

Sementara itu, di Raja Ampat, rangkaian Bimtek penguatan UMKM dan nelayan diarahkan pada peningkatan manajemen usaha, pemasaran, pascapanen, dan teknik penangkapan ikan agar hasil yang diproduksi memenuhi standar MBG.

Sinergi tiga wilayah ini membentuk landasan penting bagi integrasi pelaku usaha perikanan lokal ke dalam rantai pasok protein biru untuk MBG—menjadikan masyarakat pesisir bukan sekadar penerima manfaat, tetapi penyedia utama pangan bergizi anak Indonesia.

Standar dan Persyaratan MBG: Fondasi Kesiapan Pelaku Pangan Biru

Ada tiga pilar utama yang harus dipenuhi: Legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan NPWP. Sertifikasi produk pangan, termasuk izin edar BPOM/PIRT, sertifikat halal, uji laboratorium gizi, dan penerapan Good Manufacturing Practices (GMP)Kapasitas operasional, meliputi ketersediaan fasilitas penyimpanan, sistem distribusi, serta pelacakan produk (traceability).

Melalui pelatihan ini, kelompok perempuan pesisir didorong untuk memahami dan memenuhi ketiga aspek tersebut agar produk olahan ikan mereka bisa masuk ke rantai pasok MBG secara berkelanjutan.

Potensi Integrasi Kelompok ke Rantai Pasok MBG

Intervensi CFI Indonesia membuka peluang besar bagi UMKM pesisir untuk menjadi pemasok resmi MBG. Beberapa indikator kesiapan tersebut antara lain:

  • Kelompok Maluku Tenggara telah memiliki pengalaman produksi, sejumlah rumah produksi telah menerima SKP dan PIRT, serta produk mereka telah masuk ke beberapa gerai ritel modern di Ambon dan Langgur.
  • Champion perempuan Ambon telah menguasai keterampilan olahan ikan bernilai tambah dan mulai membangun jaringan pemasaran lokal yang dapat mendukung suplai MBG untuk sekolah-sekolah di Kota Ambon, produk terpasarkan ke 10 gerai ritel modern di Ambon
  • Kelompok Raja Ampat memiliki potensi besar untuk penyediaan pasokan ikan segar dan olahan, didukung oleh penguatan kapasitas penangkapan, pascapanen, dan manajemen usaha, sebagai upaya mendukung kampung nelayan merah putih.

Dengan pendampingan intensif, kelompok-kelompok ini diproyeksikan mampu memenuhi standar SPPG dalam 1–2 tahun ke depan, terutama setelah memperoleh legalitas formal, meningkatkan volume produksi, dan memperkuat rantai dingin (cold chain).

Peran BPOM Ambon: Menjamin Keamanan Pangan untuk Anak Indonesia

Kepala BPOM Ambon, Tamran Ismail, memberikan penguatan penting selama pelatihan. Ia menekankan bahwa keamanan pangan adalah syarat non-negosiasi bagi pemasok MBG. Menurutnya:

  • Izin edar PIRT dan BPOM adalah instrumen kepercayaan publik, bukan sekadar dokumen administratif.
  • Pelaku UMKM wajib memastikan sanitasi dan higienitas produksi karena “konsumen membayar untuk produk yang aman.”
  • MBG membutuhkan pangan yang aman, bergizi, dan terstandarisasi, sehingga inovasi olahan ikan harus tetap mengikuti prosedur keamanan pangan yang ketat.

BPOM Ambon berkomitmen mempercepat proses pendampingan sertifikasi bagi UMKM dampingan CFI Indonesia, bekerja sama dengan Pokja Percepatan MBG di daerah.

Pangan Biru untuk Generasi Masa Depan

Seorang Champion Perempuan Nelayan CFI Indonesia berdiri di depan ruangan, berbagi pengetahuannya dengan percaya diri sambil membimbing anggota lainnya melalui langkah-langkah pembuatan makanan olahan berbasis ikan yang bergizi. Tangannya bergerak dengan kelincahan yang terampil, dan suaranya menyiratkan kehangatan pengalaman hidup—mengubah sesi ini menjadi lebih dari sekadar pelatihan, tetapi momen pemberdayaan di mana kebijaksanaan komunitas diteruskan untuk memperkuat gizi lokal dan mendukung program MBG.

Kegiatan MBG di tiga wilayah memperlihatkan bahwa pemberdayaan perempuan dan nelayan pesisir dapat menjadi strategi nasional dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Melalui pendekatan pelatihan, sertifikasi, peningkatan kapasitas usaha, dan penguatan rantai pasok, GEF-6 CFI Indonesia berperan aktif memastikan pangan biru dari Maluku dapat menjadi pilar pemberian gizi seimbang bagi jutaan anak sekolah Indonesia.

Dengan dukungan lembaga pemerintah, pemerintah daerah, mitra internasional, dan komunitas pesisir, program ini menjadi model nyata integrasi ekonomi biru dan ketahanan pangan untuk masa depan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan kuat.

https://iwlearn.net/cfi-indonesia-advancing-the-free-nutritious-meals-program

 

0 COMMENTS

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

0 Comments